Sholat Tarawih

Menjawab tentang Sholat Tarawih

Akan saya jelaskan sedikit sesuai dengan kemampuan
ilmu yang saya ketahui.
Tapi sebelum saya menjelaskan apa itu tarawih dan
jumlah rakaatnya,perlu saya tekankan di sini,bahwa
shalat Tarawih itu adalah shalat sunnah muakkadah (
menurut ijma’ para ulama ),yang hanya di kerjakan di
bulan Ramadhan saja.Ini merupakan keutamaan bulan
Ramadhan dan shalat Tarawih itu sendiri.

Kita harus ingat,jangan sampai karena persoalan furu’
( cabang ),apalagi itu masalah shalat sunnah,membuat
kita ummat Islam berpecah belah,saling hujat
menghujat,menyalahkan apa yang dikerjakan kelompok A
atas pekerjaannya yang shalatnya begini dan begitu.

Nanti dikarenakan mementingkan yang Sunnah ,kita
melalaikan kewajiban.
Shalat Tarawih adalah Sunnah,sedangkan menjaga
Persatuan Ukhuwah Islamiyah adalah suatu kewajiban
dari kita Ummat Islam.

Asal Muasal Tarawih :

At Tarawih terambil dari kata : ” Arraahah,atau Ar
Rahmah ” = ” Beristirahat dan Rahmat “.

Hadist yang di riwayatkan oleh Saiyyidah Aisyah ”
Rasulullah SAW melaksanakan shalat 4 rakaat,kemudian
beliau ” Tarawwah” ( istirahat ).Inilah asal katanya
Tarawih tersebut.

Di Sunnahkannya Shalat Tarawih sesuai dengan sabda
Rasulullah SAW : ” Man Qaamaa Ramadhaanaa,Iimanan
wahtisaaban Gufiralahu maa taqaddama mindzambihi “,(
barang siapa yang shalat tarawih ( Qaamaa,diartikan
sisini adalah shalat tarawih,sesuai dengan riwayat
Hadist yang lainnya ),maka Allah akan mengampuni
dosa-dosanya yang terdahulu “.

Ada Ulama yang mengatakan bahwa yang dimapuni adalah
dosa-dosa kecil saja,sementara ulama lain mengatakan
semua dosa baik besar atau kecil,karena lafaznya
secara umum.Menghapuskan dosa yang terdahulu.

Hanya saja yang tidak diampunkan adalah dosa syirik,”
Sesungguhnya Allah maha pengampun atas segala
dosa,selain syirik ” ( ini sebagai tambahan informasi
saja ).

Kita kembali kepada asal pembicaraan.
Jumlah Rakaatnya :
1 ) Hadist Aisyah Ra. ” Rasululah SAW tidak pernah
shalatnya melebihi 11 rakaat “.( Hadist ini derajatnya
shahih )
Dari Jabir Ra.Ia berkata : Rasulullah SAW shalat
bersama kami 8 rakaat kemudian beliau shalat
witir…….dst Hadist di riwayatkan oleh Abu Ya’la dan
Thabrani.( Rijalul isnadnya ,perawi-perawinya shahih
).

2 ).Dari Ibnu Abbas Ra , ia berkata : Rasulullah SAW
shalat di bulan ramadhan 20 rakaat dan beliau
berwitir.( HR.Thabrani ),disana ada perawi Abu
Syaibah, Ibrahim.Dhaif ( lemah )

Dalam Sunan Al Qubra,juga Musannaf Ibn Abi Syaibah (
2 / 497, 2 / 163 ).Dari Al Hasna bahwasanya Ali Bin
Abi Thalib menyuruh seseorang shalat Tarawih 20
rakaat. Isnadnya juga Dha’if.

Sementara riwayat dari Ubay bin Ka’ab : ” Umar Ra
menyuruh para sahabat puasa di bulan Ramadhan
siangnya,shalat tarawih 20 rakaat malamnya,dan baca
Al Qur’an.Maka sahabat lainnya bertanya,Wahai Amiril
Mukminin,hal semacam ini belum ada.” Umarpun menjawab
: ” Aku sudah tahu itu,tetapi ini merupakan yang lebih
baik,maka shalatlah para sahabat 20 rakaat ” ( Rijal
Isnadnya Hasan = bagus )

Shalat 20 rakaat ini merupakan pendapat dan yang
dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW,seperti
Umar,Ali dan lainnya itu,pendapat ini dikuatkan oleh
Imam As Tsauri,Ibn Al Mubarak Syafi’I dan lainnya itu.

Sementara Imam malik 36 Rakaat ( medinah Mesjid Darul
Hijrah ,ketika itu ).
Alasan beliau ketika itu,untuk menyamai thawafnya
orang-orang di Mekkah dengan 4 rakaat thawafan ,maka 4
x 4 = 16 + 20 rakaat shalat tarawih yang dilakukan
zaman Shahabat.

Kesimpulan :

Dari hasil- Riwayat-riwayat diatas,dapat kita ambil
kesimpulan,bahwa Rakaat shalat Tarawih berapapun
jumlahnya ( tentu sesuai dengan hadist-hadist diatas
),semuanya InsyaAllah diterima oleh Allah SWT, karena
semuanya memakai argumentasi yang kuat,juga ada yang
lemah masing-masing dari perawinya.

Rasulullah melaksanakan 8 rakaat, ada perawinya yang
kuat,ada yang lemah.Begitupun Rasulullah melaksanakan
20 rakaat, Ini perawinya lemah.

Sementara begitu pula yang dilaksanakan oleh
khulafaurrasyidin,ada yang lemah ada yang kuat.
Jadi terserah kita ummat Islam,mau ikuti yang
mana.Semuanya benar,karera Rasulullah meskipun beliau
melaksanakan 8 rakaat,11 rakaat,dan sahabat 20
rakaat,namun Rasulullah juga bersabda : Ikutilah
Sunnahku serta sunnah para Khulafaurrasyidin.

Waktunya :

Diantara Isya dan Witir.

Mengenai shalat witir ini pernah ada yang Tanya pada
saya,apakah dilakukan sebelum tidur,atau sesudah tidur
( maksudnya apakah shalat witir ini merupakan penutup
pada hari itu,atau penutup shalat semuanya .

Jawabnya begini,yang pasti shalat witir itu dilakukan
setelah shalat Isya,dan sebaiknya setelah shalat
tahajjud ( ini kalau kita bangun malamnya untuk
shalat tahajjud,karena ada niat kita,sementara bila
kita ragu kita tidak terbangun maka di perbolehkan
kita menutup shalat-shalat kita sebelum tidur ,juga
shalat tarawih itu dengan shalat witir.

Andaikan kita sudah shalat witir,kemudian kita bangun
malamnya,maka silahkan saja kita shalat
Tahajjud.Shalat witir yang kita lakukan sebelum tidur
adalah sebagai jaga-jaga,kalau kita tidak terbangun
malamnya,sedangkan Rasulullah selalu,menutup harinya
dengan shalat witir.

Adapun mengenai 2 rakaat 2 rakaat,atau 4 rakaat-4
rakaat.Secara garis besarnya yang manapun boleh kita
lakukan.Sebab dalam hadist mengenai 2 atau 4 rakaat
untuk shalat tarawih ini belum saya temukan,apakah di
haruskan 2 rakaat 2 rakaat 2x 4 = 8,atau 4×2= 8,atau
4×5= 20,atau 2×10=20.

Ada di dalam Shahih Ibnu Huzaimah ( 2/140 ),Dari
Syarhabil bin Sa’ad ia berkata,” Aku mendengar Jabir
bin Abdulah mengatakan : ” Aku melihat Rasulullah SAW
shalat 10 rakaat dan berwitir 1 rakaat.Beliau shalat
dua rakaat-dua rakaat,setelah shalat witir beliau
shalat fajar,dan kemudian beliau SAW,shalat berjamaah
pada kami shalat Subuh “.

Di sini ngak dijelaskan shalat apa yang dilakukan
Rasulullah,apakah shalat tahajjud,atau shalat tarawih
yang dua rakaat-dua rakaat itu.

Yang ada hanyalah hadist Aisyah bahwa Rasulullah SAW
shalat 4 rakaat kemudian beliau Yatarawwah ( istirahat
),kapan lagi beliau shalatnya juga tidak diberitahukan
oleh Aisyah.Apakah beliau menyambungnya setelah beliau
tidur,atau bagaimana.

Yang pasti Rasulullah SAW pernah mengingatkan kita
ummatnya bahwa ia tidak ingin memberatkan ummatnya
yang apabila beliau melakukan ini dan itu ( shalat
sunnah dengan berbagai macam jumlah rakaatnya
),lantas ini menjadikan kewajiban ummat islam sesudah
beliau wafat,sedangkan yang di wajibkan Shalat
hanyalah Shalat Fardhu yang lima waktu itu
saja,selainnya hanyalah shalat Sunnah.

Jadi terserah kita pilih yang mana,yang enak di hati
kita melaksanakannya.Asalkan jangan shalat ngak pakai
rukuk dan sujud saja.Yang penting patokan kita adalah
Hadist Rasulullah SAW ”
” Shaluuu,..kamaa raaitumuunii ushalli…”.Rasulullah
ada shalat 2 rakaat,4 rakaat Caranya
beginilah,begitulah,yang pasti semua itu memang di
lakukan oleh Rasulullah dan para sahabat,silahkan
diikuti.

Hikmah shalat Tarawih

1 Sebagaimana shalat-shalat wajib atau sunnah lainnya
: ” Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan
yang keji dan mungkar ”
2 ) Mencemerlangkan wajah dan menyerikannya :
Wajah-wajah mereka cemerlang akibat bekas sujud
3 ),Memperkuat Ukhuwah islamiyah.
Dalam bertarawih kita membiasakan diri untuk saling
berjamaah,berkumpul di mesjid,maka adanya saling
interaksi dan komunikasi sesama muslim,serta menambah
ilmu pengetahuan terutama dalam bidang agama,karena
biasanya selesai tarawih,atau sebelum kalau di
Indonesia,ada ceramah agama,dan diskusi,tanya jawab (
kalau di kairo ).Dan hal ini akan menambah wawasan ke
Islaman kita,dan persaudaraan kita.

4 ).Disiplin serta taat pada pimpinan.Dalam bertarawih
berjamaan ada nilai yang terkandung didalamnya,yaitu
kita taat dan patuh pada Imam.Kita ngak mungkin bisa
mendahului imam dalam shalat ( masbuq ).

Sebenarnya dalam hal ini,sebagaimana yang sudah saya
jelaskan sebelumnya,dalam hal berpolitik dan mematuhi
pemimpin di anjurkan dalam Islam,sepanjang pemimpin
itu Islam dan melaksanakan amanah yang diembankan
padanya dengan baik,dan sang makmum,atau rakyat boleh
mengingatkan imam,atau pemimpin bila ia lupa bacaan
ayat,atau rakaatnya.( ini nilai politik yang sangat
tinggi ).

Namun sebelum kita shalat Tarawih berjamaah,tentu kita
harus memilih Imam yang fasih bacaannya,dan lainnya
itu ,bukan sembarang Imam,begitupun dengan
berpolitik,sebelum kita memilih pemimpin kita,haruslah
kita lihat dulu kriteria yang akan menjadi pemimpin
kita kelak.jangan lagi seperti ” Kucing dalam karung
“.

Bukankah Allah sudah perintahkan pada kita : Taatilah
Allah dan RasulNya,dan Ulil Amri ( pemimpin ),diantara
kamu,Jika kamu berselisih akan suatu hal,maka
kembalikanlah segala persoalan itu kepada Allah dan
RasulNya.( disini tidak ada lagi disebutkan kembalikan
kepada Ulil Amri,atau pemimpin ,tapi hanya pada Allah
dan RasulNya,yaitu Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah
SAW. )

Demikian dulu dari saya,kalau ngak di postingin
yah,.sudah di tulis,kemaren,anggap saja ini postingan
versinya saya menjawab.namun yang dijawab oleh yang
lainnya benar semuanya.

Kalau tahu akan dijawab begini,saya bisa jawab
mengenai yang lain.Saya tertarik dengan topik Akhlak
dan Agama ( ABSSBK ) Karena Akhlak dan Agama ini
sangat penting di miliki oleh kita Ummat islam ,tanpa
akhlak yang baik,maka Rumah tangga,keluarga, Negara
akan hancur,dan agama kita juga rusak ,bukankah
buahnya Ilmu amal ibadah,buahnya amal,akhlak
Mulia,buahnya akhlak itulah Ulfah ( persaudaraan ),

Mari sama-sama kita memiliki Ilmu,Amal,Iman,dan Akhlak
Mulia ini,sebagaimana yang di tuturkan Aisyah ” Akhlak
Rasulullah adalah Al Qur’an

 

Toleransi Jumlah Bilangan Rakaat

Dengan tidak adanya satu pun hadits shahih yang secara tegas menetapkan jumlah rakaat tarawih Rasulullah SAW, maka para ulama berbeda pendapat tentang jumlahnya. Ada yang 8 rakaat, 11 rakaat, 13 rakaat, 20 rakaat, 23 rakaat, bahkan 36 rakaat. Dan semua punya dalil sendiri-sendiri yang sulit untuk dipatahkan begitu saja.

Yang menarik, para ulama di masa lalu tidak pernah saling mencaci atau menjelekkan meski berbeda pendapat tentang jumah rakaat shalat tarawih.

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan perbedaan riwayat mengenai jumlah rakaat yang dilakukan pada saat itu: ada yang mengatakan 13 rakaat, ada yang mengatakan 21 rakaat, ada yang mengatakan 23 rakaat.

Sheikh al-Islam Ibn Taymiyah berpendapat, “Jika seseorang melakukan sholat tarawih sebagaimana mazhab Abu Hanifah, As-Syafi’i dan Ahmad yaitu 20 rakaat atau sebagaimana Mazhab Malik yaitu 36 rakaat, atau 13 rakaat, atau 11 rakaat, maka itu yang terbaik. Ini sebagaimana Imam Ahmad berkata, Karena tidak ada apa yang dinyatakan dengan jumlah, maka lebih atau kurangnya jumlah rakaat tergantung pada berapa panjang atau pendek qiamnya.”(Silahkan periksa kitab Al-Ikhtiyaaraat halaman 64).

Demikian juga dengan Mufti Saudi Arabia di masa lalu, Al-‘allaamah Sheikh Abdulah bin Baaz ketika ditanya tentang jumlah rakaat tarawih, termasuk yang mendukung shalat tarawih 11 atau 13 rakaat, namun beliau tidak menyalahkan mereka yang meyakini bahwa yang dalilnya kuat adalah yang 20 rakaat.

Beliau rahimahullah berkata, “Sholat Tarawih 11 rakaat atau 13 rakaat, melakukan salam pada setiap 2 rakaat dan 1 rakaat witir adalah afdal, meniru cara Nabi SAW. Dan, siapa pula yang sholatnya 20 rakaat atau lebih maka juga tidak salah.”

Dan di kedua masjid besar dunia, Masjid Al-Haram Makkah dan masjid An-Nabawi Madinah, sejak dahulu para ulama dan umat Islam di sana shalat tarawih 20 rakaat dan 3 rakaat witir. Dan itu berlangsung sampai hari ini, meski mufti negara punya pendapat yang berbeda. Namun mereka tetap harmonis tanpa ada saling caci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s